• Muzdhalifah Room (Superior Twins) - IDR 345.000 Nett

    Syariah Guest House adalah penginapan yang menyajikan pemandangan khas Kota Malang. Dengan pemandangan sungai, sawah dan pegunungan yang indah, fasilitas penginapan bintang lima yang lengkap serta pelayanan yang ramah membuat Syariah Guest House menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati suasana Kota Malang bersama keluarga maupun kerabat.

  • Makkah Room (Suite) - IDR 525.000 Nett

    Syariah Guest House adalah penginapan yang menyajikan pemandangan khas Kota Malang. Dengan pemandangan sungai, sawah dan pegunungan yang indah, fasilitas penginapan bintang lima yang lengkap serta pelayanan yang ramah membuat Syariah Guest House menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati suasana Kota Malang bersama keluarga maupun kerabat.

  • Madinah Room (Family) - IDR 425.000 Nett

    Syariah Guest House adalah penginapan yang menyajikan pemandangan khas Kota Malang. Dengan pemandangan sungai, sawah dan pegunungan yang indah, fasilitas penginapan bintang lima yang lengkap serta pelayanan yang ramah membuat Syariah Guest House menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati suasana Kota Malang bersama keluarga maupun kerabat.

  • Muzdhalifah Room (Superior Double) - IDR 325.000 Nett

    Syariah Guest House adalah penginapan yang menyajikan pemandangan khas Kota Malang. Dengan pemandangan sungai, sawah dan pegunungan yang indah, fasilitas penginapan bintang lima yang lengkap serta pelayanan yang ramah membuat Syariah Guest House menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati suasana Kota Malang bersama keluarga maupun kerabat.

  • Mina Room (Standart Double) - IDR 280.000 Nett

    Syariah Guest House adalah penginapan yang menyajikan pemandangan khas Kota Malang. Dengan pemandangan sungai, sawah dan pegunungan yang indah, fasilitas penginapan bintang lima yang lengkap serta pelayanan yang ramah membuat Syariah Guest House menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati suasana Kota Malang bersama keluarga maupun kerabat.

Candi Singosari - Wisata Sejarah di Malang

12 Aug

posted by

Categories: Tempat Wisata

Tags: , ,

Comments: 0

Kota Malang memang dikenal dengan aneka ragam tempat wisatanya, salah satunya adalah Candi Singosari yang merupakan tempat wisata sejarahh di Malang. Candi Singosari atau Candi Singhasari belokasi di Singosari Kabupaten Malang. Lokasinya tidak jauh dari Guest House Malang, Tepatnya berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Bila dari Syariah Guest House atau Hotel Malang sekitar 15 menit perjalanan, tinggal ke arah timur menuju pertigaan Karanglo terus belok kiri ke arah utara menuju Singosari.

Candi Singosari merupakan Candi Hindu dan Budha peninggalan Kerajaan Singosari atau Kerajaan Singhasari yang ditemukan pada jaman Belanda awal abad ke 18 sekitar tahun 1800-1850. Pada awal penemuan, pihak Belanda memberi nama candi ini sebagai candi Menara karena bentuknya yang menyerupai menara. Dari segi arsitektur, candi Singosari memiliki keunikan yang seolah-olah memiliki dua tingkat bangunan. Hal yang menarik lainnya bisa dilihat dari hiasan luar candi yang seharusnya rata, tapi tidak demikian pada candi Singosari. Hal ini di estimasikan belum adanya penyelesaian saat pembuatan yang kemudian langsung ditinggalkan.

Candi Singosari, Singosari, Malang, Jawa Timur.Banyak yang beranggapan fungsi candi singosari merupakan makam Raja Kertanegara, yaitu raja terakhir Kerajaan Singhasari. Candi Singosari dapat dihubungkan dengan Raja Kertanegara sebagai makam atau tempat penyimpanan abu jenazah Raja Kertanegara. Dahulu apabila raja meninggal dunia, menurut kebiasaan dalam agama Hindu jenazah dibakar dan abunya dilarung ke sungai atau ke laut atau ditebar dipenjuru mata angin, setelah itu dibuat tempat pendharmaan, yaitu suatu bngunan peringatn sebagai tempat pemujan bagi arwahnya.

baca juga museum Brawijaya wisata sejarah di Malang

Cara pembangunan atau pembuatan candi singosari ini dengan cara menumpuk batu andhesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun kebawah (Bukan seperti membangun rumah saat ini). Candi terletak pada lembah diantara Pegunungan tengger dan Gunung Arjuna diketinggian 512M di atas permukaan laut. Dengan pemberian nama candi menaraoleh orang Belanda karena bentuk candi tersebut mnyerupai bentuk menara.  Seorang ahli purbakala bngsa Eropa lainya bernama W.F Stutteirheim, pernah member nama candi ini dengan sebutan “Candi Cella” sebagai ganti dari candi menara. Alasanya karena candi tersebut memiliki celah sebanyak empat buah pada dinding-dinding dibagian tubuh candinya. Tetapi nama tersebut tidak banyak yang memakai, menurut W.Van Schmid yngg mengunjungi candi ini pada tahun 1856 penduduk setempat menamakanya “Candi Cungkup”. Akhirnya nama yang sekarang dipakai adalah “Candi Singosari” karena letaknya di Singosari.

Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi darikitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Sebelum menjadi raja, Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya, karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung.Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yangdiperintah oleh Kertajaya. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadirimeminta perlindungannya. Dengan alasan tersebut, maka tahun 1222 M/ 1144 C Ken Arok menyerang Kediri, sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran didesa Ganter.Dengan kemenangannya maka Ken Arok dapat menguasai seluruh kekuasaan kerajaanKadiri dan menyatakan dirinya sebagai raja Singosari dengan gelar Sri Rajasa SangAmurwabhumi.

Dari tindakan-tindakan politik Kertanegara tersebut, di satu sisi Kertanegara berhasil mencapai cita-citanya memperluas dan memperkuat Singasari, tetapi dari sisi yang lainmuncul beberapa ancaman yang justru berakibat hancurnya Singasari. Ancaman yangmuncul dari luar yaitu dari tentara Kubilai-Khan dari Cina Mongol karena Kertanegaratidak mau mengakui kekuasaannya bahkan menghina utusan Kubilai-khan yaitu Mengchi. Dari dalam adanya serangan dari Jayakatwang (Kadiri) tahun 1292 yang bekerja sama dengan Arya Wiraraja Bupati Sumenep yang tidak diduga sebelumnya.Kertanegara terbunuh, maka jatuhlah Singasari di bawah kekuasaan Jayakatwang dari Kediri. Setelah Kertanegara meninggal maka didharmakan/diberi penghargaan di candiJawi sebagai Syiwa Budha, di candi Singasari sebagai Bhairawa. Di Sagala sebagai Jina(Wairocana) bersama permaisurinya Bajradewi.

baca juga Museum Angkut Batu

Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari.

Raja-raja Tumapel versi Pararaton adalah :
1. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 – 1247)
2. Anusapati (1247 – 1249)
3. Tohjaya (1249 – 1250)
4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 – 1272)
5. Kertanagara (1272 – 1292)

Raja-raja Tumapel versi Nagarakretagama adalah :
1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 – 1227)
2. Anusapati (1227 – 1248)
3. Wisnuwardhana (1248 – 1254)
4. Kertanagara (1254 – 1292)

Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) secara damai. Sementara itu versi Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit.

Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kadiri, bukan raja Tumapel. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Jadi, pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 perlu dibetulkan. Yang benar adalah, Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu. Baru pada tahun 1268, ia bertakhta di Singhasari.

arca_dwarapala_candi_singosariJadi bila Anda sedang melakukan wisata di Malang atau sedang berkunjung ke Kota Wisata Batu, silahkan sempatkan diri berkunjung ke Candi Singosari. Lokasi Candi Singosari mudah ditemukan karena berada di tepi jalan. Untuk tiket masuknya pun tidak mahal, biasanya petugas hanya meminta mengisi kas untuk perawatan Candi Singosari seikhlasnya. Candi Singosari sangat cocok dijadikan sebagai tempat tujuan Study Tour bagi para pelajar, yang dimaksudkan untuk menambah wawasan generasi muda akan sejarah bangsa Indonesia.

baca juga daftar tempat wisata di Malang

1754 Total Views 1 Views Today

Comments are closed.

Kamar beragam yang nyaman dengan harga yang terjangkau adalah layanan kami yaitu 4 room type yaitu Mina Room, Muzdhalifah Room, Madinah Room dan Makkah Room.

Syariah Guest House dekat dengan tempat rekreasi dan hiburan di Malang, menjadi pilihan tepat untuk beristirahat dan bersantai.

Ruang Ber-AC, TV LCD 32 In, Air Panas/Dingin, Breakfast, Telepon, Metting Room, Mushola, Hotspot, Parkir.

Di lengkapi dengan pemandangan Alam Pegunungan dengan udara bersih, sejuk alami dan segar.

Facebook